Kamis, 16 Agustus 2018

Cara Menghitung Denda Pajak Mobil Serta Hal-Hal Yang Perlu Dicermati Sebelum Membayarnya


Cara menghitung denda pajak mobil - Bagi Anda yang sudah memiliki kendaraan bermotor termasuk mobil, Anda pasti sudah tahu kewajiban apa yang harus Anda lakukan. Ya benar sekali membayar pajak. Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk membayar pajak masih terhitung rendah. Mereka hanya ingin merasakan keuntungan memiliki mobil, dan tanpa sadar sebenarnya sedang merugikan diri sendiri. karena semakin lama keterlambatan, akan semakin besar pula jumlah denda yang harus dibayarkan. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah ketidaktahuan masyarakat tentang cara menghitung denda pajak mobil yang mereka miliki. Ketetapan pemerintah terkait denda pajak kendaraan bermotor semakin tinggi. Usahakan jangan sampai Anda telat membayarnya.





Cara Menghitung Denda Pajak Mobil Serta Hal-Hal Yang Perlu Dicermati Sebelum Membayarnya


Simulasi Perhitungan Mobil Yang Telat Bayar Pajak 3 Bulan

Jika Anda telat membayar pajak satu hari saja melewati batas tempo, makan Anda harus membayar denda keterlambatan sebulan. Bagaimanakah cara menghitung denda pajak mobil bulanan? Perhatikan cara menghitung denda pajak mobil di bawah ini untuk memastikan berapa jumlah yang akan Anda bayarkan nantinya. Bapak A memiliki mobil yang pajaknya sudah terlambat selama 3 bulan dari mulai tanggal jatuh tempo. PKB pokok sebesar Rp. 2.000.000 dan biaya SWDKLLJ sebesar Rp. 200.000. Berikut simulasi cara menghitung denda mobil Bapak A. Berdasarkan data tersebut biaya pajak pokok Bapak A sebesar Rp. 2.200.000. Sekarang perhitungan denda PKB, biaya PKB pokok dikali 25% dikali jumlah bulan keterlambatan per tahun adalah Rp 125.000. Denda SWDKLLJ  Rp 100.000 sehingga total denda Rp 225.000. Jadi, uang yang harus dibayar  Bapak A adalah total pokok + total denda = 2.200.000 + 225.000 = Rp 2.450.000.

Cermati Hal-Hal Yang Diperlukan Sebelum Membayar Denda Pajak Mobil


1. Kelengkapan Data Untuk Menghitung Denda Pajak Mobil

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa tanggungan pajak seseorang berbeda-beda. Apa saja sih data yang harus Anda ketahui untuk menghitung denda pajak? STNK, Jenis mobil, merk mobil, tipe mobil, besar CC, tahun pembuatan mobil, kegunaan mobil, dan tentu saja Tanggal jatuh tempo pajak mobil Anda. Pastikan data tentang mobil Anda lengkap sehingga tidak akan ada kekeliruan saat melakukan cara menghitung denda mobil Anda.


2. Tanggungan Yang harus Dibayarkan

Walaupun Anda memiliki mobil, item yang harus dibayarkan tidak berbeda dengan membayar pajak kendaraan bermotor lainnya. Jadi, selain membayar PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), akan ditambahkan pula biaya SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan). Sama bukan? Hanya saja akan berbeda pada nominal yang dibayarkan nantinya. Anda dapat mengecek PKB setra SWDKLLJ mobil Anda di balik STNK. Bagi yang STNK nya hilang, Anda dapat mengecek langsung datang ke samsat maupun via online lebih mudah.


3. Rumus Yang Digunakan Dalam Perhitungan Denda

Denda untuk keterlambatan pajak kendaraan bermotor mencapai 25 persen dari ketetapan pajak tahunan. Namun berdasarkan aturan baru, keterlambatan 2 hingga satu bulan dikenakan denda 25% PKB. Batas keterlambatan maksimal 48 bulan atau 2 tahun, lewat 48 bulan tetap dikali 48. Ditambah denda SWDKLLJ adalah sebesar Rp100.000.


4. Batas Toleransi Keterlambatan

Toleransi keterlambatan pembayaran ini bukan bermaksud untuk memanjakan masyarakat. Namun, bermaksud mempermudah atau pun memberi kelonggaran proses pembayaran. Mungkin bagi mereka yang datang dari tempat tinggal yang jauh. Toleransi yang dimaksud di sini adalah pemerintah memberikan kelonggaran sehari terhitung dari hari jatuh tempo pembayaran pajak. Sebagai contoh jika jatuh tempo tanggal 25 maka Anda akan diberi kelonggaran masih boleh membayar tanggal 27 tanpa terhitung denda serta hari minggu maupun hari libur nasional tidak dihitung.

Baca juga :





5. Jumlah Kepemilikan Mobil

Jika Anda memiliki mobil lebih dari satu perhitungannya akan berbeda dengan yang hanya memiliki satu mobil. Anda harus memperhatikan istilah tarif progresif mobil. suatu tarif yang dipungut dari pemilik mobil dengan persentase berdasarkan jumlah, harga, nilai objek pajak. Dalam hal ini yang harus Anda pahami ialah nomor urutan kendaraan persentase tarif pajak. Besaran persentase untuk mobil pertama ialah 1,5 % sedangkan untuk mobil kedua sebesar 2 % dan seterusnya. 

Berikut video cara membayar pajak tahunan kendaraan :





Demikian informasi mengenai cara menghitung denda pajak mobil dan hal hal yang perlu dicermati sebelum membayarnya semoga informasi tersebut bisa bermanfaat terutama bagi yang belum tahu caranya. jika ada yang perlu ditanyakan mengenai informasi tersebut bisa hubungi nomor berikut :


Dealer mobil wuling jakarta

ARISTA WULING KAPUK JAKARTA
Sales – Service – Spare Part
Lingkar Luar Barat No. 129,
Cengkareng Timur, Cengkareng,
Jakarta Barat.
DKI JAKARTA
Telp : 0813-1778-0555
 
Hubungi Kami
CHANDRA
Sales Executive
Jabodetabek
Booking Service  : 0813-1778-0555
Telp : 0813-1778-0555
Whatsapp : 0813-1778-0555
Salam otomotif – Dealer Wuling Jakarta

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon